KAMPAR – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru FKIP Universitas Islam Riau (UIR) Kelas A Kelompok 2 melaksanakan Projek Kepemimpinan bertajuk “Warna-warni Harapan” di Panti Asuhan YLBMI, Kampar, Minggu (27/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menghadirkan keceriaan sekaligus memberikan pengalaman edukatif dan keterampilan produktif bagi anak-anak panti.
Salah satu kegiatan utama dalam projek tersebut adalah pelatihan batik jumputan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak-anak sekaligus memperkenalkan keterampilan kewirausahaan sederhana yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan bernilai ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlebih dahulu memperkenalkan teknik dasar pembuatan batik jumputan melalui panduan bergambar yang telah disiapkan. Media tersebut digunakan untuk membantu peserta memahami tahapan pembuatan motif, teknik pengikatan kain, hingga proses pewarnaan dengan cara yang sederhana dan mudah dipraktikkan.
Setelah memperoleh penjelasan, anak-anak Panti Asuhan YLBMI kemudian langsung mempraktikkan teknik batik jumputan pada berbagai produk. Mulai dari kaos, taplak meja, hingga tote bag, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk menuangkan kreativitas masing-masing melalui pilihan warna dan pola yang beragam.
Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias dan keceriaan. Anak-anak terlihat aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari menentukan motif, mengikat kain, hingga memberikan warna pada produk yang dibuat. Melalui praktik langsung tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman menghasilkan karya dengan tangan mereka sendiri.
Ketua pelaksana kegiatan, Giovannesandesva Hendri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Panti Asuhan YLBMI yang telah memberikan izin serta kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan Projek Kepemimpinan tersebut.
“Kami berharap adik-adik dapat mengikuti kegiatan sampai selesai dan keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan sebagai bekal untuk berkarya dan berwirausaha,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan Panti Asuhan YLBMI, Elfis, yang menyambut baik kehadiran mahasiswa PPG FKIP UIR dalam memberikan kegiatan yang edukatif dan bermanfaat bagi anak-anak panti.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada FKIP Universitas Islam Riau, khususnya adik-adik mahasiswa PPG yang telah hadir di panti ini dengan membawa keceriaan dan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi adik-adik panti di sini,” ungkapnya.
Antusiasme peserta turut terlihat selama proses pelatihan. Salah seorang anak panti mengaku senang karena memperoleh pengalaman baru dalam membuat sekaligus mewarnai berbagai produk menggunakan teknik batik jumputan. Kegiatan tersebut dinilai memberikan pengalaman yang berbeda karena peserta dapat belajar sambil menghasilkan karya yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memberikan pengalaman praktik, mahasiswa juga menyerahkan sejumlah perlengkapan yang dapat digunakan oleh anak-anak Panti Asuhan YLBMI untuk kembali mempraktikkan dan mengembangkan keterampilan batik jumputan yang telah dipelajari. Pemberian perlengkapan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan setelah pelatihan selesai.

Mahasiswa berharap pelatihan batik jumputan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi dapat terus dilanjutkan secara mandiri oleh anak-anak Panti Asuhan YLBMI. Keterampilan yang telah diperoleh diharapkan dapat menjadi salah satu kegiatan produktif yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
Projek “Warna-warni Harapan” dilaksanakan oleh Mahasiswa PPG Calon Guru FKIP Universitas Islam Riau Kelas A Kelompok 2 di bawah bimbingan Dr. Estika Satriani, S.Pd., M.Pd.
Tim pelaksana terdiri atas Giovannesandesva Hendri, Icha Tri Alfihan, Ilya Zulfadilla, Indah Fauziah, Irdina Suhailanisa, Ismi Syafika, Isni Juniyati, Lusyana Bunga, dan Widya Warisma.
Melalui Projek Kepemimpinan tersebut, mahasiswa PPG Calon Guru FKIP UIR berharap keterampilan batik jumputan dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan oleh anak-anak Panti Asuhan YLBMI. Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, “Warna-warni Harapan” menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, kemandirian, semangat berkarya, serta memperkenalkan nilai-nilai kewirausahaan sejak dini.




